Tips Memilih KPR

Pengalaman ini saya dapatkan ketika saya ingin memulai untuk membeli rumah. Banyak Tips yang coba saya sharingkan.

Menemukan rumah idaman atau property tepat untuk investasi merupakan proses yang tidak mudah ditengah situasi perekonomian yang belum sepenuhnya kondusif untuk sector riil. Penurunan suku bunga belum mampu mendogkrak permintaan kredit konsumsi semisal KPR.
Tetapi kita harus jalan terus bukan? Bila saat ini Anda butuh rumah baru, tentu Anda tidak akan menunggu tahun depan atau saat dimana suku bunga turun ke posisi yang Anda inginkan. Karena saat itu harga property telah naik juga sementara Anda belum tentu masih punya uang yang memadai. Untuk membantu keuangan Anda dalam memperoleh property baru, kita akan membicarakan tentang KPR/KPA (Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen).
KPR dan KPA kita istilahkan saja KPR biar enak, karena pada dasarnya keduanya sama, hanya beda dikit dalam objek yang dibeli. KPR disatu sisi akan sangat membantu calon konsumen untuk membeli property yang diinginkan. Disisi lain, kita harus waspada dan teliti dalam memilih bank pemberi KPR. Salah-salah, Anda bisa menggantung leher sendiri. Berikut ini dibahas beberapa hal yang patut diperhatikan saat memilih bank beserta produk KPR-nya.

1. Reputasi dan kredibilitas bank. Nama baik adalah taruhan. Perhatikan kredibilitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap bank yang menawarkan KPR. Anda dapat menanyakan bank-bank yang bereputasi baik kepada developer yang Anda minati propertinya. Developer tertentu bahkan merekomendasikan bank-bank pilihannya untuk memberikan KPR kepada konsumen mereka.

2. Lihat kemampuan Anda. Biasanya bank mensyaratkan Anda membayar minimal 30% dari uang muka property yang Anda beli. Sisanya barulah dibantu oleh bank dalam bentuk pinajaman KPR. Bila Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar uang muka, carilah property yang memungkinkan uang mukanya dicicil sekian kali untuk meringankan beban bulanan Anda.

3. Pinjam seperlunya. Banyak bank yang memberikan tawaran kredit sampai jumlah yang sangat besar. Jangan mudah tergiur. Pinjam sesuai keperluan agar Anda tidak terjebak membayar bunga besar tiap bulannya.

4. Perhatikan jangka waktu kredit. Prinsip utama dalam meminjam dari Bank adalah: semakin lama jangka waktu pinjaman, semakin besar biaya bunga yang Anda bayarkan. Usahakan jangka waktu pinjaman sesingkat mungkin, tentu saja sesuai dengan kemampuan Anda. Semakin lama jagka waktu pinjaman, cicilan bulanannya semakin kecil, tetapi total biaya bunga yang Anda bayarkan sangat besar dibandingkan bila Anda memilih jangka waktu pinjaman yang lebih singkat.

5. Suku bunga tetap (fixed) atau dinamis (float)? Dalam KPR Anda harus perhatikan jenis suku bunga yang digunakan oleh bank pemberi KPR. Penggunaan suku bunga tetap (fixed) artinya jumlah bunga yang Anda bayarkan selalu tetap meski ada kenaikan atau penurunan suku bunga pasar. Bila menggunakan suku bunga dinamis (float) maka biaya bunga yang Anda bayarkan tiap bula disesuaikan dengan perubahan suku bunga pasar. Anda sebaiknya sedikit belajar membaca situasi pasar keuangan dalam hal ini.

6. Selain hal-hal di atas, saya mau menambahkan satu hal lagi yaitu biaya proses KPR. Tiap bank mengenakan biaya yang beragam. Tanyakan hal ini secara detail. Jangan sampai Anda terkecoh dengan bunga rendah, tetapi terjebak di biaya pemrosesan KPR yang tak terduga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s