Strategi Bisnis Industri Makanan dan Minuman

Bila kita lihat makin menjamurnya industri makanan dan minuman di negara kita khususnya semenjak kita memasuki krisis berkepanjangan, tentu hal ini akan menjadikan ancaman dan peluang bagi pemain lama di bisnis ini. Kita ambil contoh dengan menjamurnya kafe di Bandung yang memadati jalam Dago beberapa waktu yang lalu, mulai dari pengusaha sampai mahasiswa, mengekspresikan sense of business-nya dengan membuat kafe dengan aneka menu dan harga serta desain dari outletnya, akan tetapi mereka banyak yang tidak berumur panjang. Mengapa mereka berguguran? Lalu bagaimana kita mampu membangun bisnis yang berhasil? Filosofinya adalah baru dapat dikatakan bisnis apabila punya kesinambungan.

Tentunya setiap pengusaha berkeinginan punya kontinuitas bisnis dan sepanjang mungkin bahkan kalau bisa sampai diwariskan ke anak cucu. Tetapi kondisi persaingan saat ini dan yang akan datang bukan hal yang makin mudah. Pemain-pemain besar dan global mulai masuk ke berbagai industri, sebagai contoh dulu kita hanya mengenal Khong Guan biskuit dan grupnya termasuk Nissin dan Monde, kemudian masuk pemain besar seperti Arnott’s, Danone, bahkan pemain yang punya industri hulu seperti Indofood masuk ke sektor biskuit juga. Mengapa pemain-pemain besar mampu mempertahankan kinerja bisnis mereka? Apakah hanya pemain besar yang mampu bertahan? Apakah hanya pemodal besar yang mampu bertahan? Lalu bagaimana cara pemain lama seperti Khong Guan Group mampu bertahan? Apa yang mereka lakukan? Semua pertanyaan-pertanyaan sering memenuhi benak kita.

Lebih jauh kita lihat bahwa setiap bisnis termasuk di industri makanan dan minuman harus mempunyai Strategi Bisnis yang tepat untuk membuat mereka lebih mampu mengatasi persaingan serta tumbuh berkembang. Salah satu yang penting dalam menentukan arah dari bisnis mereka adalah dalam menentukan Disiplin Nilai (Value Discipline) yang harus menjadi pilihan mereka. Coba kita lihat bagaimana Ceres melakukan diversifikasi produk makanan yang berhubungan dengan coklat, bagaimana Garuda Food melakukan diversifikasi produk kacangnya dan bagaimana Kobe melakukan diversifikasi dalam berbagai produk tepung untuk adonan. Secara sadar atau tidak mereka mempunyai suatu disiplin nilai yang selalu dipegang secara konsisten dalam mempertahankan pertumbuhan dan profit mereka.

Perusahaan harus memilih Satu Disiplin Nilai yang akan dipakai untuk membangun persepsi dan image perusahaan serta sekaligus merupakan diferensiasi strategi bisnis mereka. Adapun Disiplin Nilai itu terdiri dari:

1. Product Leadership
2. Operation Excellence
3. Customer Intimacy

Tiga Disiplin Nilai di atas adalah merupakan pilihan strategis yang akan menentukan masa depan perusahaan untuk dilihat/dipersepsi seperti apa oleh pelanggan. Di mana pelanggan akan selalu ingat produk anda karena terkenal dengan harga yang kompetitif, atau karena inovasi produk anda yang handal atau anda punya kedekatan dengan pelanggan. Memang perlu secara seksama memikirkan dengan mendalam dan strategis Disiplin Nilai mana yang menjadi pilihan di mana menjadi Diferensiasi Bisnis.

Perlu kita ingat bahwa Pemimpin Pasar hanya memilih Satu Disiplin Nilai sebagai Diferensiasinya. Meskipun Disiplin Nilai yang lainnya juga harus memenuhi minimum standard tentunya.

Sebagai contoh kita lihat bagaimana Bogasari dengan Operation Excellence-nya yang telah dicapai selama bertahun-tahun sampai mencapai standar level produktivitas dan efisiensi tertentu. Sekarang Bogasari mulai menggeser untuk menaikkan Customer Intimacy mereka melalui Baking Centre, yang didirikan untuk membangun kedekatan dengan pihak yang punya pengaruh dalam industri bakery yaitu para baker. Bagaimana para baker akan lupa kepada perguruannya kalau sejak awal sudah dibekali dengan skill dan knowledge yang diperoleh melalui Baking Centre Bogasari sehingga akan selalu ingat Terigu Produksi Bogasari.

Tentunya tidak semudah membalikkan tangan bagi perusahaan untuk membangun Disiplin Nilai karena ini membutuhkan tekad, komitmen, semangat serta konsistensi dari pemimpin dan manajemen menengahnya untuk membangun infrastruktur, management system, perilaku organisasi sampai kepemimpinan yang harus ditampilkan dalam rangka mencapai Disiplin Nilai yang dipilihnya.

Disiplin Nilai merupakan bentuk dari lomba yang harus anda pilih dan akan mempengaruhi “business design” yang harus direncanakan serta dieksekusi dengan penuh komitmen. Ada kemungkinan pengusaha-pengusaha makanan tidak menyadari bahwa mereka telah memilih Disiplin Nilai tertentu, menjalankan secara sungguh-sungguh sehingga dalam sekian tahun akan terbentuk persepsi kuat di pasar. Sebagaimana Hoka-Hoka Bento yang sangat cocok dengan Operation Excellence berusaha selalu konsisten dengan falsafahnya, anda bisa coba untuk minta mengubah menu dalam paket yang sudah tersedia maka pasti jawabannya “tidak bisa”, itu salah satu ciri perusahaan dengan Disiplin Nilai Operation Excellence. Mereka akan sangat komitmen terhadap konsistensi mutu, rasa, hygiene dan kecepatan layanan serta waktu penyajian yang cepat.

Tentunya setiap perusahaan harus disiplin untuk membangun Proposisi Nilai (Value Proposition) yang ada dalam pilihan Disiplin Nilai mereka karena disitulah letak Differensiasi mereka dibandingkan pesaing. Disiplin Nilai merupakan hal strategis yang harus dipilih perusahaan dan selalu secara konsisten ditingkatkan meskipun seringkali tidak mudah karena pengusaha sering tergiur dengan peluang bisnis disekelilingnya yang menyebabkan Proposisi Nilai mereka tidak membentuk diferensiasi secara kuat di pasar.

Selamat berpikir tentang Disiplin Nilai bisnis makanan atau minuman anda. Ingat Disiplin Nilai tidak cukup hanya dibentuk dengan Iklan atau Publikasi saja. Ini adalah Strategi Bisnis maka semua fungsi akan berkontribusi bukan hanya Divisi Sales atau Divisi Marketing saja.

Sumber :http://www.business-excellence.co.id/